Tampilkan postingan dengan label listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label listrik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Aplikasi SIG untuk Sistem Kelistrikan

Secara umum, dalam bidang kelistrikan aplikasi SIG dapat digunakan untuk manajemen inventarisasi jaringan listrik, perencanaan jaringan tahun berikutnya, misalnya penentuan letak Gardu listrik, rute jaringan yang optimal, sampai pada penentuan lokasi kantor pelayanan pelanggan.
Teknologi SIG dalam bidang kelistrikan  diterapkan untuk memetakan daerah/ lokasi pelanggan, asset jaringan, dan semua informasi yang terkait dengan pelanggan dan asset jaringan tersebut. Dan dalam perkembangannya, data – data ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dalam rangka pembangunan dan implementasi infrastruktur ketenagalistrikan.Agar kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik sebagaimana mestinya maka data yang dipergunakan harus memadai dalam arti lengkap, mutakhir, akurat dan dapat ditelusuri setiap perubahan yang terjadi ( di updating data setiap setiap terjadi perubahan ).Pada dasarnya data merupakan asset perusahaan yang sangat berharga, karenanya harus diperlakukan dengan cermat seperti kelaziman memberlakukan sumber daya perusahaan lainnya seperti uang dan material. Untuk menjamin bahwa data yang dipergunakan pada kegiatan ini memenuhi persyaratan standar, perlu disiapkan pedoman serta petunjuk yang jelas tentang bagaimana data yang dibentuk/bagaimana perubahan dilakukan serta bagaimana mengkoreksi kesalahan yang terjadi pada saat data dibentuk.Selain yang sudah disebutkan di atas, penerapan SIG dalam bidang kelistrikan dimaksudkan untuk:a)       Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja yang ditunjang oleh data yang akurat, yang bukan saja merupakan data teks, tetapi juga didukung dengan data keruangan (spasial)b)       Meningkatkan kecepatan dalam hal pengambilan keputusan. c)       Meningkatkan monitoring khususnya dalam hal informasi jaringan kelistrikan yang sedang berjalan. Misalnya penambahan/pengurangan asset, serta monitoring terhadap perpindahan lokasi asset.
d)   Tujuan akhir dari semua di atas adalah untuk meningkatkan pelayananan pelanggan.

GIS untuk Manajemen Data Jaringan tenaga Listrik

 Dengan semakin banyaknya aset yang tersebar di banyak lokasi, maka hal ini akan dihadapkan pada kesulitan dalam  mengetahui / memberikan informasi secara akurat terhadap jumlah dan nilai asset yang dimiliki yang tersebar diseluruh pelosok baik perkotaan maupun pedesaan dikarenakan banyaknya asset dan lokasi sebaran asset tersebut yang begitu luas.Dengan SIG, persoalan tersebut dapat dengan mudah diatasi. Lokasi dan atribut asset terekam dan direpresentasikan dalam SIG.
Setiap perubahan yang terjadi data jaringan di lapangan, baik penambahan jaringan, pengurangan jaringan ataupun mutasi jaringan akan selalu dilakukan updating terhadap data SIG yang ada, sehingga data SIG akan menjadi “mirror” bagi data lapangan. Informasi yang disajikan bukan hanya dalam bentuk data teks yang statis, tetapi merupakan data spasial (keruangan) sehingga data berupa lokasi jaringan, kondisi jaringan dan atribut jaringan yang bersangkutan.
Data – data SIG ini pada akhirnya akan membentuk sebuah Data Induk Jaringan (DIJ) yang merupakan database jaringan dan asset. Sebagai database jaringan dan asset, DIJ memegang peran penting dalam proses pengambilan keputusan di bidang distribusi. DIJ ini akan menjadi acuan bagi proses perencanaan, pemeliharaan dan operasi bidang distribusi.
DIJ ini jika diperlukan, bahkan digunakan oleh bidang – bidang lain misalnya Pemasaran.